Hubungan antara memahami komponen-komponen dalam komunikasi dengan sebuah tulisan jurnalistik dapat diuraikan seperti berikut :

Pertama, yang perlu diketahui adalah mengenai komponen-komponen dalam komunikasi. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa komponen komunikasi itu adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik. Menurut Lasswell, komponen komunikasi meliputi :

  • Komunikator, yakni orang atau pihak yang mengirim pesan kepada pihak lain.
  • Pesan adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
  • Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. Dalam komunikasi antar pribadi atau tatap muka, saluran dapat menggunakan udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
  • Komunikan, adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain.
  • Umpan balik, tanggapan dari penerima pesan atas pesan yang disampaikan.

Sekarang mari kita lihat kaitan semua hal di atas dengan sebuah tulisan jurnalistik. Tulisan jurnalistik merupakan tulisan yang akan dinikmati oleh banyak orang. Tulisan jurnalistik biasanya berada di media massa seperti koran, majalah, tabloid, dll. Setiap wartawan/jurnalis sebaiknya memahami komponen-komponen dalam komunikasi karena hal ini sangat berguna dalam proses pembuatan sebuah tulisan jurnalistik yang baik dan diminati oleh banyak orang.

Setiap wartawan/jurnalis harus memahami dari mana berita itu berasal atau dengan kata lain komunikatornya harus jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. Kedua adalah mengenai isi pesannya atau bisa lebih ditekankan pada isi berita dalam tulisan jurnalistik. Berkaitan dengan hal tersebut maka isi pesan dalam tulisan jurnalistik harus menarik, jelas, mudah dibaca, singkat, padat, lugas, dan sederhana. Untuk pemilihan saluran, biasanya tulisan jurnalistik menggunakan saluran media massa seperti koran, majalah, tabloid, maupun berita di televisi dan radio. Selajutnya seorang wartawan/jurnalis harus memperhatikan komunikan atau target dari penyampaian pesan. Oleh karena itu, sebuah tulisan jurnalistik harus jelas dan mudah dibaca dengan tingkat ukuran intelektual minimum karena khalayak yang akan membaca tulisan jurnalistik ini sangat beragam dan memiliki kemampuan intelektual yang berbeda-beda. Terakhir adalah mengenai umpan balik, biasanya tulisan jurnalistik memiliki umpan balik yang tertunda hal ini disebabkan karena pemilihan media massa yang tidak memungkinkan menerima umpan balik secara langsung.