E-learning merupakan suatu metode atau gaya belajar baru yang sebenernya sich memang mengasyikkan tapi entah kenapa saya pribadi tidak terlalu merasa nyaman dengan gaya belajar seperti ini. Memang ga seluruhnya, ada yang nyaman ada juga yang tidak.
Upss..sebelum kita melangkah lebih jauh ada baiknya kita lihat dahulu sebenarnya apa sich E-Learning itu?? Dari berbagai sumber (sebenernya sich cuma satu..hehehe) saya mendapatkan definisi mengenai E-Learning ini, jadi menurut WIKIPEDIA, E-learning atau sistem pembelajaran elektronik adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan E-learning, peserta ajar (murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
Yupss…kira-kira seperti di atas itulah gambaran mengenai E-learning. Dari definisi tadi memang terlihat banyak sekali manfaatnya, dari mulai menghemat biaya, waktu, tenaga, pikiran, dan masih banyak lagi.
Penerapannya pun kini sudah mulai banyak dilakukan, baik universitas negeri maupun universitas swasta kini banyak yang menggunakan metode ini untuk mempermudah proses belajar mengajar. Contohnya di universitas (kampus) saya, Universitas Budi Luhur, beberapa dosen sudah menggunakan metode ini untuk membantu proses kuliah. Memang belum sepenuhnya menggunakan sistem seperti ini karena di kampus saya masih ada sistem belajar tatap muka dengan dosen di kelas. Seperti dua web di bawah ini, keduanya dikelola oleh dosen saya untuk membantu proses kuliah yang mereka berikan. Bahkan ada yang memanfaatkannya untuk melakukan ujian secara online, yupss..ujian online menggunakan internet dengan tenggang waktu yang cukup lama, biasanya 2 hingga 3 hari.

* Web Pak Tahara

* Web Pa Arief
Nahh..dari dua web site di atas ini, Pa Tahara sering menggunakan webnya untuk ujian online dan memberikan informasi mengenai perkuliahan kepada mahasiswanya, sedangkan Pa Arief biasanya menggunakan webnya untuk mendistribusikan materi kuliah kepada mahasiswa sehingga mereka diharuskan mendownload materi kuliah tersebut. Memang keduanya bukan memberikan kuliah melalui web, karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa di kampus saya masih ada peraturan harus bertemu dengan dosennya di kelas.
Menurut saya disinilah letak kelemahan dari E-Learning ini, dengan segala kelebihan yang ditawarkan ternyata E-Learning juga masih memiliki kelemahan. Yups…aspek "TATAP MUKA", menurut saya dengan metode E-Learning setiap individu diharuskan belajar secara mandiri tanpa ada bimbingan kalau pun ada itu hanya sebatas ONLINE tidak dapat menerima bimbingan secara langsung tentunya mengesampingkan teknologi Chating dan Video Call. Saya sebagai mahasiswa merasa tidak semua manusia dapat mandiri untuk hal yang satu ini. Belajar merupakan suatu hal yang paling malas dilakukan oleh saya dan teman-teman saya (hehehehe..
), apalagi disana tidak ada paksaan sama sekali, yang ada malah tidak akan belajar. Bertemu dengan dosen berarti juga dapat menambah interaksi sosial antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Terjadi hubungan manusiawi yang seharusnya memang terjadi antar manusia. Khan enak juga tuch..bisa ngejailin teman-teman satu kelas (hobi..hehehe…)
Jadi kesimpulannya, menurut saya E-Learning itu baik untuk digunakan namun tidak berarti selama proses belajar mengajar seorang siswa tidak bisa bertemu dengan guru/dosennya, hal itu harus tetap ada karena untuk menciptakan semua itu sepertinya kita harus membangun SDM manusia Indonesianya terlebih dahulu, kita harus menciptakan manusia Indonesia yang sadar akan pentingnya pendidikan dan bisa mandiri dalam mencari hal-hal yang berbau pendidikan. (Hahaha..makanya…Jangan bercanda melulu klo di kelas….
)
Hahahaha…bahasa gw berat banget tuch…
![]()




