Akhir-akhir ini saya sering dikritik sama temen-temen band saya karena sering gonta-ganti pacar alat musik. Yups, saya sering gonta-gonti efek gitar saya karena saya merasa belum ada yang pas atau sesuai dengan jenis musik dan sound yang ingin saya dapatkan. Alhasil terjadilah gonta-ganti pasangan efek gitar ini…hehehe emoticon

Singkat cerita, jadi dulu efek pertama saya adalah keluaran dari produk Behringer yakni Behringer UM-100 yang saya beli dengan harga sekitar Rp. 160.000,- dari seseorang di daerah Jakarta Barat. Setelah satu-dua kali latihan menggunakan efek itu, saya merasa ada sesuatu yang kurang, kemudian saya mulai berpikir apa sih dan dibagian yang mana yang terasa kurang. Setelah 2 hari 2 malam semedi di bawah Gunung Kawi akhirnya saya menemukan bagian yang kurang itu. Jadi dalam bermain gitar pada saat akan masuk untuk mengisi lead gitar/lead melodi butuh sebuah kontrol untuk menaikkan volume dari gitar saya karena tidak mungkin menaikkan volume dari ampli dengan menggunakan tangan.

Ketika sedang iseng browsing di sini, saya menemukan seseorang dari daerah semarang yang hendak menjual efek Behringer Hellbabe HB01. Nahhh, langsung dech kepikiran sama saya untuk membeli alat itu karena secara fungsi alat itu bisa berfungsi untuk kontrol volume. Kebetulan harga yang ditawarkan pun cukup murah, klo tidak salah itu harganya Rp. 250.000,- sudah termasuk ongkos kirim dari Semarang sampe Jakarta sedangkan harga barunya adalah di atas Rp. 400.000,- waktu itu (klo sekarang saya belum cek lagi..).

Sekarang sudah lengkap nich berarti alat yang saya butuhkan. Jadi klo manggung itu saya akan membawa alat-alat ini.

Behringer

Pernah ada pengalaman, ketika saya harus manggung di daerah Pondok Ranji dan Cipete Utara, saya harus membawa alat-alat ini dan karena belum punya hardcase untuk efek ini alhasil saya malah kerepotan sendiri bawanya dan saya mulai merasa kurang nyaman juga dengan sound yang dihasilkan kedua efek ini.

Pas lagi iseng-iseng, saya coba menawarkan kedua efek ini dengan cara memasang iklan di internet. Gak lama kemudia ada seseorang saudagar pembeli yang berasal dari Jambi berminat dengan efek-efek saya ini. Tanpa banyak dan lama-lama menawar akhirnya orang itu setuju untuk membeli efek saya dengan ketentuan biaya pengiriman akan saya tanggung. Maka diterbangkanlah efek-efek saya ini ke Jambi.

Sekarang tinggalah saya sendiri sebatang kara tanpa efek yang bisa menemani saya (hehehehe…). Eiitttsss..tunggu dulu, sesaat sebelum saya mengirim efek saya ke Jambi, saya sudah melakukan perjanjian dengan seseorang yang menjual efeknya dan kali ini ZOOM 707II. Klo tidak salah saya melakukan perjanjian hingga deal harga sedangkan pengambilan barang saya lakukan sendiri karena memang tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah saya, tempatnya ada di daerah Kelapa Dua. Saya tergolong sangat beruntung karena efek ini saya beli dengan harga Rp. 650.000,- dengan kondisi yang sangat mulus hampir seperti baru. Gak percaya??? Lihat aja nich..

Zoom 

Zoom 

Tapi lagi dan lagi akhirnya efek ini harus saya jual dan kali ini sama orang yang berasal dari Padang. Trus lw pake apa Ie??? Tenang saudara-saudara….saya juga udah punya cadangan koq, kali saya pake efek Korg AX1500G yang saya beli seharga Rp. 900.000,-. Secara teknologi sich emang ini efek lebih canggih dari pada ZOOM 707II tapi entah kenapa setelah saya pake beberapa latihan di rumah dan di studio ternyata efek ini masih terlalu sulit bagi saya. Lagi pula sepertinya gitar saya tidak support klo disandingkan dengan efek ini.

AX 1500G 

Jadi begitulah para pemirsa pembaca sekalian, sampai saat ini saya masih mencari dan mencari calon istri efek gitar yang cocok dengan jenis musik dan sesuai dengan sound yang saya inginkan. Klo ada yang mau merekomendasikan boleh koq…hehehe