
Dalam ilmu komunikasi massa ada salah satu teori yang paling saya suka dan agaknya sich saya bakal tertarik untuk meneliti dengan menggunakan teori ini. Yup..nama teorinya adalah "Teori Peluru". Di dalam teori ini dijelaskan bahwa sebuah media massa memiliki kekuatan dan pengaruh yang sangat besar dalam hal kehidupan masyarakat. Teori ini juga dikenal dengan nama Teori Jarum Hypodermic atau Teori Jarum Suntik. Dalam teori ini digambarkan/dianalogikan bahwa bila seseorang telah disuntikkan obat bius maka orang itu tidak akan berdaya. Teori ini menyatakan keadaan khalayak yang pasif sehingga sangat mudah dipengaruhi.
Pernah dalam sejarah terjadi efek media massa yang sangat menggambarkan teori ini. Adalah di Tahun 1938, kala itu terjadi di Amerika Serikat, sebuah radio yang bernama Orson Welles menanyangkan memutarkan sebuah drama radio tentang serangan (invasi) makhluk luar angkasa ke bumi. Semua orang menjadi panik bahkan mereka memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman padahal itu hanyalah sebuah drama radio.
Selain itu, saya juga sering mendengar di Tv sebuah berita yang menginformasikan bahwa seseorang melakukan tindak kejahatan (pemerkosaan) karena habis menonton film porno. Sekarang apa jadinya klo memang seluruh media massa kita menayangkan hal-hal yang kurang baik? Seperti apa ya efeknya?
Sudahlah..semoga saja mulai hari ini media massa kita akan menayangkan hal-hal yang baik supaya ada efek yang baik..ya khan??(Sok bijak..)
Nahhh…sebenernya maksud tulisan saya kali ini bukan kesitu tapi itu tadi buat pembukaan aja..sebenernya saya ingin menyatakan juga bahwa efek itu sekarang bisa kita lihat semenjak pagelaran turnamen paling bergengsi di jagad badminton (lebiiiiiiiihhhhhhhhh……), maksudnya sejak kejuaraan Piala Thomas dan Uber di tayangkan di TRANS Corp. saya jadi sering melihat orang bermain bulutangkis. Di jalan-jalan, di kampus, di perkampungan jadi banyak yang megang-megang raket.
Bukan cuma remaja, anak kecil bahkan saat saya makan di dekat kampus saya ada salah satu ibu-ibu (kayanya sich umurnya sekitar 50 tahunan gitu dech…) ikut main juga. Trus dia juga ngebahas masalah harga raket yang dia pakai. Wahhh…ternyata Thomas dan Uber Cup bisa merubah bahasan ibu-ibu yang semula ngebahas harga minyak goreng menjadi harga raket.





